Rabu, 26 Oktober 2011


Siapa tak kenal Horta ??
 
Boneka Rumput ”HORTAƂ” merupakan suatu media tanam yang dikemas dalam bentuk boneka dengan bagian kepala dapat ditumbuhi rumput. 
Boneka Horta terbuat dari serbuk kayu yang dibentuk berbagai macam (seperti kepala orang, panda, kura-kura, platipus, sapi, babi, kodok, kucing) dan benih rumput di atasnya yang jika disiram dapat tumbuh rambut berupa rumput dikepalanya. Disajikan dalam kemasan yang belum ditumbuhi rumput.
Boneka Horta sangat diminati banyak kalangan di seluruh Indonesia. Terbukti distributornya sudah di seluruh Indonesia bahkan beberapa dari luar negeri. Liputan televisi dan media cetak sudah banyak dimuat mengenai Boneka rumput Horta.

Boneka HORTA cocok untuk segala kalangan umur sebagai :
a. Kado ato hadiah pesta, ulang tahun
b. Souvenir kegiatan kantor 
c. Souvenir pernikahan 
d. Hiasan untuk memperindah kantor/rumah
e. Hobby merawat atau koleksi tanaman
f. Alat pembelajaran pada anak ( Melatih kedisiplinan, rasa cinta lingkungan, kasih sayang)

Boneka Horta dapat disimpan di dalam ruangan, seperti meja kerja/belajar/tamu, disamping komputer, ruang tamu/kantor/lobby, atau di ruangan AC sekalipun.


Tips menumbuhkan rumput horta biar rata and tetep unyuu
· rendam boneka horta minimal 1 jam, jangan sampe kurang dari sejam ya, jangan terlalu lama juga karena nanti badan horta akan terlalu lembab
· siram kepala horta secara pelan2,jangan diguyur di bawah kran, kalo perlu pake sendok dan siramkan ke atas kepala horta pelan2
· penyiraman selama 1 minggu pertama adalah sebanyak 2-3 kali sehari
· setelah rumput tumbuh siram sebanyak 1-2 kali sehari
· sesekali jemur boneka horta di bawah matahari (tapi jangan terlalu lama yaa,,,,)
· seminggu sekali sikat pelan2 boneka horta dengan sikat gigi (biar ga tumbuh jamur)

oke..okee...sukses nanem hortanya yah :D

Senin, 10 Oktober 2011

yuk bikin tabulampot

Dalam sedikit ketelatenan, kita bisa menanam sendiri tabulampot. Lebih irit dan tak perlu menunggu hingga rambut memutih untuk menikmatinya. Ada beberapa jenis tanaman buah yang bisa ditanam dalam pot, antara lain jeruk, sawo, kedongdong, sirsak, jambu, nangka dan rambutan. Sementara durian, kendati bisa tumbuh subur dalam pot, tetapi sangat sulit dibuahkan. Pemilihan tanaman harus memperhatikan iklim setempat. Jika kita bertempat di wilayah pegunungan, pilih tanaman yang biasa hidup di dataran tinggi. Begitu pula sebaliknya, tanaman yang tidak sesuai dengan kondisi lingkungan biasanya enggan berbuah. Berikut ini tips langkah-langkah menanam tabulampot :
1.      Memilih Pot
Pemilihan pot tergantung jenis tanamannya, tanaman berakar panjang membutuhkan pot ukuran lebih besar. Jeruk misalnya, bisa tumbuh dan berbuah lebat dalam pot berdiameter 50 cm, tapi mangga butuh pot yang berdiameter 70-80 cm. Supaya tambak indah, ukuran pot harus sesuai dengan besar dan umur tanaman. Bibit dengan tinggi 50-60 cm cocok ditanam dalam pot berdiameter 35 cm. Sedangkan jika bibit sudah setinggi 1,5 m butuh pot berdiameter 60-80 cm.
2.      Meramu media tanaman
Sebagai media tanam, campurkan satu bagian tanah, satu bagian sekam padi, dan dua bagian pupuk kandang. Bisa juga media berupa campuran dua karing tanah gunung (sering disebut pasir malang biasa dijual karena karungan) dengan dua karung pupuk kandang. Selain itu, bisa juga ditambahkan pupuk kotoran burung. Dosisnya 1 kg untuk setiap pot, atau bisa menggunakan produk NASA seperti Super nasa sesuai anjuran dosis. Ada satu lagi untuk media tanam, yakni campuran tiga bagian serutan kayu, dan satu bagian tanah. Jika dicernmati, prinsip resep tersebut sebenarnya sama. Terkadang ada yang memberikan pupuk kandang dan bahan organik dalam jumlah lebih besar dari pada jumlah tanah. Hal ini bertujuan agar tanaman memperoleh cukup bahan makanan (unsur hara).
3.      Masukan Media
Pot yang sudah dipilih segera dibuat lubang-lubang drainase pada bagian bawahnya. Sebelum memasukan campuran media tanam, jangan lupa menutup lubang drainase tadi dengan kerikil dan batu, tujuannya agar media tidak ikut keluar bertsama air siraman dan pengisian media tanam kira-kira sepertiga volume pot.
4.      Menanam Bibit
Selanjutnya siapkan bibit dalam polybag nyang hendak dipindahkan ke pot. Sebelum dipindah, bibit tanaman harus disiram dulu, maksudnya agar tanah dalam polybag tidak hancur. Selain itu sisi polybag tidak hancur. Setelah sisi polybag digunting, dan tanaman dikeluarkan dengan hati-hati, jangan sampai bola tanah dalam polybag pecah, sebab jika itu terjadi akar tanaman bisa putus.
5.      Tanam di Tengah Pot
Tanam bibit tersebut dibagian tengah pot, kemudian media tanam disikan lagi di pot, namun tidak sampai penuh, batas maksimal pengisian media 10 cm dari bibit po. Sehingga media tidak berhamburan saat disiram. Jika sudah tanaman harus segera disiram. Penyiraman tidak terlalu banyak agar media tidak cepat mengeras. Selama seminggu tanaman tadi harus diletakan ditempat yang teduh. Jika dirawat dengan baik, diperkirakan 1 – 2 tahun kemudian kita sudah bisa memanen dari tabulampot buatan sendiri.


nah itu sekilas menanam tabulampot,,gimana ya kalo bikin tabulampot untuk apotek hidup??
selamat mencoba :D